Perencanaan Pembelajaran Kurikulum SMK
Pengenalan JavaScript Part 1
Saat ini javascript tidak hanya digunakan di sisi client (browser) saja. Javascript juga digunakan pada server, console, program desktop, mobile, IoT, game, dan lain-lain.
Apa itu javascript?
Javascript adalah bahasa pemrograman yang awalnya dirancang untuk berjalan di atas browser.
Namun, seiring perkembangan zaman, javascript tidak hanya berjalan di atas browser saja. Javascript juga dapat digunakan pada sisi Server, Game, IoT, Desktop, dsb.
Javascript awalnya bernama Mocha, lalu berubah menjadi LiveScript saat browser Netscape Navigator 2.0 rilis versi beta (September 1995). Namun, setelah itu dinamai ulang menjadi Javascript. 1 Terinspirasi dari kesuksesan Javascript, Microsoft mengadopsi teknologi serupa. Microsoft membuat ‘Javascript’ versi mereka sendiri bernama JScript. Lalu di tanam pada Internet Explorer 3.0.
Hal ini mengakibatkan ‘ perang browser’, karena JScript milik Microsoft berbeda dengan Javascript racikan Netscape.
Akhirnya pada tahun 1996, Netscape mengirimkan standarisasi ECMA-262 ke Ecma International. Sehingga lahirlah standarisasi kode Javascript bernama ECMAScript atau ES. Saat ini ECMAScript sudah mencapai versi 8 (ES8).
Peralatan untuk Belajar Javascript
Apa saja perlatan yang harus disiapkan untuk belajar Javascript?
1. Web Browser (Google Chrome, Firefox, Opera, dll
2. Teks Editor (rekomendasi: VS Code)
Mengenal Console JavaScript
Fungsi JavaScript
Perbedaan JavaScript dengan Bahasa Pemograman Lainnya
METODE PENELITIAN
Daftar Isi
- 1.1Tujuan
- 1.2Contoh Masalah
- 1.3Ciri-ciri
- 1.4Langkah-langkah Pokok
- 2Penelitian Deskriptif
- 3Penelitian Perkembangan
- 4Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan
- 5Penelitian Korelasional
- 6Penelitian Kausal Komparatif
- 7Penelitian Experimental Sungguhan
- 8Penelitian Experimental Semu
- 9Penelitian Tindakan
Penelitian Historis
1. Tujuan
2. Contoh Masalah
3. Ciri-ciri
4. Langkah-langkah Pokok
- Definisikan masalah.
- Rumuskan tujuan penelitian, dan jika mungkin, rumuskan hipotesis yang akan memberi arah dan fokus bagi kegiatan penelitian.
- Kumpulkan data, dengan selalu mengingat perbedaan antara sumber primer dan sumber sekunder. Evaluasi data yang diperoleh dengan melakukan kritik eksternal dan kritik internal.
- Tuliskan laporan
Penelitian Deskriptif
- Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri berbadan hukum?
- Seberapa tinggi efektivitas kebijakan mobil berpenumpang tiga?
- Seberapa tinggi tinggi tingkat kepuasan konsumen dan apresiasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang kesehatan?
- Data yang dikumpulkan disusun dan dijelaskan, lalu dianalisis dengan menggunakan teknik analitik.
- Memusatkan penelitian pada pemecahan masalah aktual atau masalah yang dihadapi pada masa saat ini.
- Mendeskripsikan setiap langkah penelitian secara rinci.
- Menerangkan prosedur pengumpulan data.
- Menyampaikan alasan yang kuat mengapa peneliti menggunakan teknik tertentu dan bukan teknik lainnya.
- Perumusan masalah
- Menentukan jenis informasi /data yang diperlukan
- Menentukan prosedur pengumpulan data
- Menentukan prosedur pengolahan data
- Menarik Kesimpulan
Penelitian Perkembangan
- Studying research findings pertinent to the product to be develop ; artinya, melakukan studi atau penelitian awal untuk mencari temuan temuan penelitian terkait dengan produk yang akan dikembangkan.
- Developing the product base on this findings : artinya, mengembangkan produk berdasarkan temuan penelitian tersebut.
- Field testing it in the setting where it will be used eventually ; artinya, dilakukannya uji lapangan dalam seting atau situasi senyatanya di mana produk tersebut nantinya digunakan.
- Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage ; artinya, melakukan revisi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam tahap-tahap uji lapangan.
- Potensi dan Masalah
- Pengumpulan dataà Desain Produk
- Validasi Desain
- Revisi Desain
- Ujicoba Produk
- Revisi Produk
- Ujicoba Pemakaian
- Produksi Massal
Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan
- Study lapangan yang tuntas mengenai kebudayaan kelompok—kelompok masyarakat terpencil
- Study secara mendalam mengenai seorang anak yang mengalami ketidakmampuan belajar yang dilakukan oleh seorang ahli psikologi
- Penelitian kasus adalah penelitain yang mendalam mengenai kasus tertentu yang hasilnya merupakan gambaran lengkap dan terorganim mengenai kasus itu penelitian ini antara lain mencakup keseluruhan siklus kehidupan, kadang-kadang hanya meliputi segmen-segmen tertentu pada faktor-faktor kasus.
- Penelitian kasus cendrung untuk meneliti jumlah unit yang kecil tetapi mengenai variable-variabel dan kondisi yang besar jumlahnya.
- Penelitian kasus sangat berguna untuk informasi latar belakang guna merencakan yang lebih besar dalam ilmu-ilmu sosial.
- Penelitian kasus memberikan contoh yang berguna berdasarkan data yang diperoleh untuk memberi gambaran untuk penemuan-penemuan yang disimpulkan dengan statistik.
- Merumuskan tujuan-tujuan yang akan dicapai, apakah yang dijadikan unit studi dan sifat-sifat, saling hubungan serta proses-proses yang mana yang akan menuntun penelitian.
- Merancangkan cara pendekatannya. Bagaimana unit-unit itu akan dipilih? Sumber-sumber data mana yang tersedia Metode pengumpulan data mana yang akan digunakan?
- Mengumpulkan data.
- Mengorganisasikan data dan informasi yang diperoleh itu menjadi rekonstruksi unit studi yang koheren dan terpadu secara baik.
- Menyusun laporan dengan sekaligus mendiskusikan makna hasil tersebut.
Penelitian Korelasional
- Apakah variabel X terkait dengan variabel Y?
- seberapa baik variabel P memprediksi variabel C?
- Apa hubungan antara sejumlah besar variabel dan prediksi apa yang dapat dibuat?
- Penelitian korelasional cocok digunakan apabila variabel-variabel yang diteliti rumit dan/atau tidak bisa diteliti dengan metode eksperimental atau tidak bisa dimanipulasi.
- Penelitian korelasional memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya secara serentak dalam keadaan realistiknya.
- Output dari penelitian korelasional ialah taraf atau tinggi-rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adanya saling hubungan tersebut.
- Penelitian korelasional dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu berdasarkan variabel bebas.
- Kelebihan penelitian korelasional diantaranya yaitu mampu untuk menyelidiki hubungan antara beberapa variabel secara bersama-sama (simultan); bisa memberikan informasi tentang derajat (kekuatan) hubungan antara variabel-variabel yang diteliti
- Definisikan masalah
- Lakukan telaah pustaka
- Rancang cara pendekatannya
- Kumpulkan data
- Analisis data dan buat interpretasinya
- Susun laporan
Penelitian Kausal Komparatif
- Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode ex post facto.
- Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian
- Menentukan kerangka berpikir, pertanyaan penelitian, dan hipotesis penelitian.
- Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam ini menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukkan instrumen pengumpul data, dan menganalisis data.
- Mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan menggunakan perhitungan statistik yang relevan
- Membuat laporan penelitian.
Penelitian Experimental Sungguhan
- Adanya pengaturan variabel-variabel dan kondisi-kondisi eksperimentalyang sangat tertib dan ketat, baik dengan kontrol atau manipulasi langsungmaupun dengan randomisasi.
- Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai “garis dasar” untukdibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan.
- Memusatkan usaha pada pengontrolan varians- Memaksimalkan varian variabel yang berkaitan dengan hipotesis- Meminimalkan varians variabel pengganggu- Meminimalkan varians kekeliruan. Pemilihan subyek secara random,penempatan subyek dalam kelompok secara acak, penentuan perlakuaneksperimental pada kelompok secara acak
- Internal validity adalah sine qua non untuk rancangan ini dan merupakantujuan pertama metode eksperimental
- Memilih semua subjek secara random dari suatu populasi
- Secara acak, kemudian menggolongkan subjek menjadi dua kelompokyaitu kelompok eksperimen yang dikenai variabel perlakuan X dankelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan
- Melakukan pretest T1 untuk mengukur variabel dependent pada keduakelompok, lalu hitung mean masing-masing kelompok
- Usahakan agar kedua kelompok memiliki kondisi yang sama sampaikelompok eksperimen mendapatkan perlakuan X untuk jangka waktu tertentu
Penelitian Experimental Semu
- Penelitian eksperimental semu secara khas mengenai keadaan praktis, yang didalamnya adalah tidak mungkin mengontrol semua variabel tersebut.
- Perbedaan antara penelitian eksperimental sungguhan dan penelitian eksperimental semu adalah kecil, terutama kalau yang dipergunakan sebagai subyek adalah masnusia, misalnya dalam psikologi.
- Walaupun penelitian tindakan dapat memiliki status penelitian tindakan semu, namun sering kali penelitian tersebut sangat tidak formal, sehingga perlu diberi kategori tersendiri.
- Melakukan tinjauan literature, terutama yang berhubungan dengan masalah yang akan di teliti.
- Mengidentifikasi dan membatasi masalah penelitian
- Merumuskan hipotesis-hipotesis penelitian
- Menyusun rencana eksperimen, yang biasanya mencakup
- Melakukan pengumpalan data tahap pertama
- Melakukan pengumpulan data tahap pertama (pretest)
- Melakukan eksperimen
- Mengumpulkan data tahap kedua (posttest)
- Mengolah dan menganalisis data.
- Menyusun laporan
Penelitian Tindakan
- Praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual dalam dunia kerja.
- Menyediakan angka kerja yang teratur untuk pemecahan masalah dan perkembangan-perkembangan baru, dan lebih baik dari cara pendekatan impersionistik dan fragmentaris.
- Fleksibel dan adapti, membolehkan perubahan-perubahan selama masa penelitiaanya dan mengorbankan kontrol untuk kepentingan on the spot experimentation dan inovasi.
- Walaupun berusaha sistematis, namun penelitian tindakan kekurangan ketertiban ilmiah, karenanya validitas internal dan eksternalnya adalah lemah.
- Penetapan fokus permasalahan,
- Perencanaan tindakan,(planing)
- Pelaksanaan tindakan, (action)
- Pengumpulan data (pengamatan/observasi)
- Refleksi (analisis, dan interpretasi),(reflection)
- Perencanaan tindak lanjut.
Belajar HTML Part 1 - Pengenalan Dasar HTML
Hay Guys kali ini saya akan berbagi ilmu tentang HTML....
HTML memang bahasa yang wajib dipelajari, bagi yang mau menjadi seorang developer.
Karena
HTML adalah bahasa dasar untuk membuat web.
Apa Itu HTML ?
Menurut Wikipedia :
Jadi, HTML itu adalah sebuah bahasa yang menggunakan markup atau penanda untuk membuat halaman web.
Penanda atau markup ini, nanti akan kita sebut dengan Tag.
HTML berperan untuk menentukan struktur konten dan tampilan dari sebuah web.
- [Draft] HTML 1.0 (Juni 1993) adalah versi HTML pertama, namun tidak resmi dirilis;
- HTML 2.0 (24 November 1995) adalah versi HTML kedua yang resmi pertamakali beredar di pasaran dan dirilis oleh IETF;
- [Draft] HTML 3.0 (28 Maret 1995) versi ini gagal beredar, karena banyak perubahan yang memicu perdebatan;
- HTML 3.2 (14 Januari 1997) versi resmi yang dirilis W3C pertamakali.
- HTML 4.0 (24 April 1998) versi pengembangan dari yang seblumnya;
- HTML 4.01 (24 Desember 1999) versi perbaikan dari HTML 4.0;
- XHTML 1.0 (26 Januari 2000) pengembangan dari HTML 4.01 dengan mengadopsi XML;
- XHTML 2.0 (Augustus 2002—Juli 2006) versi kedua dari XHTML;
- HTML 5 (28 Oktober 2014) versi html saat ini.
Struktur Dasar HTML
Struktur dasar HTML terdiri atas 3 Bagian :
1. Bagian Deklarasi
2. Bagian Head
3. Bagian Body
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
1. Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Pembelajaran?
2. Jelaskan
Prinsip-prinsip Perencanaan Pembelajaran?
3. Jelaskan Unsur-unsur
Perencanaan Pembelajaran?
4. Jelaskan Fungsi
Perencanaan Pembelajaran?
5. Sebutkan komponen
Perencanaan Pembelajaran?
Jawab :
1. Perencanaan Pembelajaran adalah pengambilan keputusan
yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan, atau biasanya disebut dengan suatu
rencana yang bermakna sebuah dokumen yang diambil dari hasil kegiatan.
2.
Prinsip-Prinsip Perencanaan Pembelajaran
- Menetapkan apa yang mau dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara melakukannya dalam implementasi pembelajaran.
- Membatasi sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui prosess penentuan target pembelajaran.
- Mengembangkan alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
- Mengumpulkan dan menganalisis iniformasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
- Mempersiapkan dan mengkomunikassikan rencana-rencana daan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pembelajaaran kepada pihak yang berkepentingan.
3. Unsur-unsur
Perencanaan Pembelajaran
- Identifikasi Masalah Pembelajaran
- Analisis Siswa
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui tingkah laku awal dan karateristik siswa yang meliputi ciri, kemampuan dan pengalaan baik individu maupun kelompok.
- Analisis Tugas
Analisis ini adalah kumpulan prosedur untuk menentukan isi suatu pengajaran, analisis konsep, analisis pemrosesan informasi, dan analisis prosedural yang digunakan untuk memudahkan pemahaman dan penguasaan tentang tugas-tugas belajar dan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa (LKS).
- Merumuskan Indikator
Analisis ini berfungsi sebagai 1) alat untuk mendesain kegiatan pembelajaran, 2) kerangka kerja dalam merencanakan mengevaluasi hasil belajar siswa, dan 3) panduan siswa dalam belajar.
- Penyusunan Instrumen Evaluasi
Bertujuan untuk menilai hasil belajar, kriteria penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, hal ini dimaksudkan untuk mengukur ketuntasan pencapaian kompetensi dasar yang telah dirumuskan.
- Strategi Pembelajaran
Pada tahap
ini pemilihan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan. Kegiatan ini
meliputi: pemilihan model, pendekatan, metode, pemilihan format, yang dipandang
mampu memberikan pengalaman yang berguna untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
- Pemilihan Media atau Sumber Belajar
Keberhasilan pembelajaran sangat tergantung pada penggunaan sumber pembelajaran atau media yang dipilih, jika sumber-sumber pembelajaran dipilih dan disiapkan dengan hati-hati, maka dapat memenuhi tujuan pembelajaran.
- Menyiapkan Evaluasi hasil belajar dan Hasil Program
- Melakukan Kegiatan Revisi Perangkat Pembelajaran
Setiap langkah rancangan pembelajaran selalu dihubungkan dengan revisi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki rancangan yang dibuat.
4. Fungsi
Perencanaan Pembelajaran :
- Melalui proses perencanaan yang matang, guru dapat mengukur setiap waktu yang diperlukan untuk menyampaikan bahan pelajaran tertentu, dapat menghitung jam pelajaran efektif.
- Mengontrol keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu proses pembelajaran.
- Sebagai alat untuk membantu pengelolaan pendidikan
- Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
- Sebagai pedoman dan acuan belajar siswa, karena materi pelajarannya sudah terencana.
- Sebagai persiapan belajar siswa, karena materi pelajarannya tidak akan berubah-ubah lagi (sudah terencana)
- Menjadikan siswa senang dalam belajar, karena pembelajarannya terencana
5. Komponen-komponen
dalam Perencanaan Pembelajaran
- Tujuan pembelajaran
- Isi (materi pembelajaran)
- Kegiatan Pembelajaran (Kegiatan Belajar Mengajar)
- Metode
- Media dan Sumber Belajar; dan
- Evaluasi.
Contoh Video Media Pembelajaran
Hay Guys Kali ini admin akan meng-share contoh video tentang Media Pembelajaran, Materi yang disusun adalah materi WIRELLES LAN.
Semoga Bermanfaat...
Input dan Output Standar C++
Pengertian dan Contoh Input & Ouput Standar C++
![]() |
| input dan output program c++ |
Tutorial C++ Input dan Output part 2
Hallo jumpa lagi dengan saya Glen Alvaro, kali ini saya akan share tentang belajar Input dan Output Standar dalam C++. Setelah kita belajar tentang Struktur Program C++ maka kita akan lebih muda memahami tentang input dan output di program C++.- untuk contoh pertama, kalimat yang akan dicetak di layar diapit oleh tanda " " karena berupa string.
- sedangkan pada contoh kedua dan ketiga, tanpa tanda " ", karena yang akan di tampilkan ke layar berupa string ataupun karakter.
















