Science, Culture and Technology

Perencanaan Pembelajaran Kurikulum SMK

 

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Nama        : Glendy Rongko
Nim           : 18208040

1. a. Isi ketentuan umum dari undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional :

Pasal 20 :

(1) Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.
(2) Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
(3) Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi.
(4) Ketentuan mengenai perguruan tinggi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

b. Yang dimaksud Pendidikan menengah adalah :

(1) Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.
(2) Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan.
(3) Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.
(4) Ketentuan mengenai pendidikan menengah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

2. Peraturan Pemerintah Nom 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 1 :

(Pasal 1) Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Kerangka dasar dan struktur kurikulum :

    Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; d. kelompok mata pelajaran estetika; e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

    Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

A. Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI. Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran

B. Struktur kurikulum SMP/MTs meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran

C. Struktur kurikulum SMA/MA meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Pengorganisasian kelas-kelas pada SMA/MA dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik, dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program: (1) Program Ilmu Pengetahuan Alam, (2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial, (3) Program Bahasa, dan (4) Program Keagamaan, khusus untuk MA.

4. Permendiknas No. 24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23/2006 (isi pasal 1 dan 2) :

( Pasal 1) Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah (satpendasmen) sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan pada: a. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 36 sampai dengan Pasal 38; b. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 5 sampai dengan Pasal 18, dan Pasal 25 sampai dengan Pasal 27; c. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satpendasmen; d. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satpendasmen. Sosialisasi KTSP

(Pasal 2) Satpendasmen dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari SI sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang SI untuk Satpendasmen dan SKL sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satpendasmen.

Share:

Pengenalan JavaScript Part 1

Javascript adalah bahasa pemrograman yang wajib kamu pelajari jika ingin mendalami dunia web development.

Saat ini javascript tidak hanya digunakan di sisi client (browser) saja. Javascript juga digunakan pada server, console, program desktop, mobile, IoT, game, dan lain-lain.

Apa itu javascript?

Javascript adalah bahasa pemrograman yang awalnya dirancang untuk berjalan di atas browser.

    Namun, seiring perkembangan zaman, javascript tidak hanya berjalan di atas browser saja. Javascript juga dapat digunakan pada sisi Server, Game, IoT, Desktop, dsb.

    Javascript awalnya bernama Mocha, lalu berubah menjadi LiveScript saat browser Netscape Navigator 2.0 rilis versi beta (September 1995). Namun, setelah itu dinamai ulang menjadi Javascript. 1 Terinspirasi dari kesuksesan Javascript, Microsoft mengadopsi teknologi serupa. Microsoft membuat ‘Javascript’ versi mereka sendiri bernama JScript. Lalu di tanam pada Internet Explorer 3.0.

    Hal ini mengakibatkan ‘ perang browser’, karena JScript milik Microsoft berbeda dengan Javascript racikan Netscape.

    Akhirnya pada tahun 1996, Netscape mengirimkan standarisasi ECMA-262 ke Ecma International. Sehingga lahirlah standarisasi kode Javascript bernama ECMAScript atau ES. Saat ini ECMAScript sudah mencapai versi 8 (ES8).

Peralatan untuk Belajar Javascript

Apa saja perlatan yang harus disiapkan untuk belajar Javascript?

        1. Web Browser (Google Chrome, Firefox, Opera, dll

        2. Teks Editor (rekomendasi: VS Code)

Mengenal Console JavaScript

    Ada yang mengatakan, belajar javascript itu susah, karena saat melihat hasilnya di web browser, pesan error-nya tidak tampil. Pendapat ini tidak benar. Karena kita bisa melihatnya melalui console.

Console Javascript dapat kita buka melalui Inspect Element->Console.


Di dalam console, kita bisa menulis fungsi atau kode-kode javascript dan hasilnya akan langsung ditampilkan.

Fungsi JavaScript

    Fungsi utama dari JS yaitu membuat suatu website lebih interaktif dan lebih menarik. JS adalah bahasa pemrograman yang script nya dijalankan di browser perangkat pengguna, berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang scriptnya dijalankan oleh server.

  Baca Juga :
            Pemograman Web Latihan Soal

Perbedaan JavaScript dengan Bahasa Pemograman Lainnya



    Perbedaan yang akan dibahas yaitu perbedaan antara javascript, HTML, CSS, dan PHP. Pertama adalah javascript atau bisa disingkat dengan JS. Fungsi utama dari JS yaitu membuat suatu website lebih interaktif dan lebih menarik. 

JS adalah bahasa pemrograman yang script nya dijalankan di browser perangkat pengguna, berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang scriptnya dijalankan oleh server. Untuk menyediakan kebergunaan tingkat lanjut, para developer biasanya tidak harus melakukan coding dari awal karena biasanya JS akan masuk ke library pihak ketiga.

    Untuk HTML atau Hyper Text Markup Language, anda pasti sudah tahu bahwa bahasa satu ini seringkali digunakan di website dan menjadi building block dari suatu halaman website. Bagi yang memiliki website pasti tahu tag html <img> untuk gambar, tag <p> untuk paragraf, dan masih banyak lainnya.

    Sedangkan untuk CSS atau Cascading Style Sheets sering digunakan untuk mengatur style dan menentukan tampilan suatu konten. Dalam HTML, untuk menampilkan suatu konten, memerlukan perlakuan manual untuk setiap elemennya sedangkan dalam CSS tidak. Anda tidak perlu menentukan tampilan elemen-elemen berungkali.


Share:

METODE PENELITIAN



METODE PENELITIAN

    Pengertian Metode penelitian adalah langkah yang dimiliki dan dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi atau data serta melakukan investigasi pada data yang telah didapatkan tersebut. Metode penelitian memberikan gambaran rancangan penelitian yang meliputi antara lain: prosedur dan langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, dan dengan langkah apa data-data tersebut diperoleh dan selanjutnya diolah dan dianalisis.

Pertanyaan !

Materi Presentasi 2 terdapat 9 Metode dan Macam Penelitian :
1. Apa Tujuan
2. Berikan 1 Contoh Masalah
3. Ciri-ciri
4. Langkah-Langkah Pokok

Jawab :




Penelitian Historis

1. Tujuan
    Tujuan Penelitian Historis adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi dan mensintesiskan bukti-bukti untuk memperoleh kesimpulan yang kuat.
2. Contoh Masalah
    Masalah adat kebudayaan di zaman ini kurang diminati anak zaman sekarang, dan pendidikan tentang kebudayaan masih sedikit di ajari kepada kaum milenial,akibatnya kurangnya pengetahuan anak generasi milenial tentang adat dan budaya.
3. Ciri-ciri
    Metode sejarah lebih banyak menggantungkan pada data yang diamati orang lain di masa-masa lampau. Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer dibandingkan dengan data sekunder. Metode sejarah mencari data secara lebih tuntas serta mengganti informasi yang lebih tua yang tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam bahan acuan yang standar.
4. Langkah-langkah Pokok
  • Definisikan masalah. 
  • Rumuskan tujuan penelitian, dan jika mungkin, rumuskan hipotesis yang akan memberi arah dan fokus bagi kegiatan penelitian. 
  • Kumpulkan data, dengan selalu mengingat perbedaan antara sumber primer dan sumber sekunder. Evaluasi data yang diperoleh dengan melakukan kritik eksternal dan kritik internal. 
  • Tuliskan laporan

Penelitian Deskriptif

1. Tujuan

    Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.

2. Contoh Masalah
  • Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri berbadan hukum?
  • Seberapa tinggi efektivitas kebijakan mobil berpenumpang tiga?
  • Seberapa tinggi tinggi tingkat kepuasan konsumen dan apresiasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang kesehatan?
3. Ciri-Ciri
  • Data yang dikumpulkan disusun dan dijelaskan, lalu dianalisis dengan menggunakan teknik analitik.
  • Memusatkan penelitian pada pemecahan masalah aktual atau masalah yang dihadapi pada masa saat ini.
  • Mendeskripsikan setiap langkah penelitian secara rinci.
  • Menerangkan prosedur pengumpulan data.
  • Menyampaikan alasan yang kuat mengapa peneliti menggunakan teknik tertentu dan bukan teknik lainnya.
4. Langkah-langkah Pokok
  • Perumusan masalah
  • Menentukan jenis informasi /data yang diperlukan 
  • Menentukan prosedur pengumpulan data
  • Menentukan prosedur pengolahan data
  • Menarik Kesimpulan

Penelitian Perkembangan

1. Tujuan

    Pengertian Penelitian Pengembangan adalah metodologi riset yang memiliki tujuan untuk menghasilkan dan mengembangkan prototipe, desain, materi pembelajarn, media, strategi, alat evaluasi pendidikan dalam pembelajaran.

2. Contoh Masalah

    Penulisan skripsi sebagai salah satu bentuk karya ilmiah yang dibuat untuk menyelesaikan tugas Strata 1 di perguruan tinggi, biasanya menuliskan penelitian pengembangan.

3. Ciri-ciri
  • Studying research findings pertinent to the product to be develop ; artinya, melakukan studi atau penelitian awal untuk mencari temuan temuan penelitian terkait dengan produk yang akan dikembangkan.
  • Developing the product base on this findings : artinya, mengembangkan produk berdasarkan temuan penelitian tersebut.
  • Field testing it in the setting where it will be used eventually ; artinya, dilakukannya uji lapangan dalam seting atau situasi senyatanya di mana produk tersebut nantinya digunakan.
  • Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage ; artinya, melakukan revisi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam tahap-tahap uji lapangan.
4. Langkah-langkah Pokok
  • Potensi dan Masalah
  • Pengumpulan dataà Desain Produk
  • Validasi Desain
  • Revisi Desain
  • Ujicoba Produk
  • Revisi Produk
  • Ujicoba Pemakaian
  • Produksi Massal

Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan

1. Tujuan

    Tujuan penelitian kasus dan penelitian lapangan adalah untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi lingkungan sesuatu unuit sosial, individu, kelompok, lembaga atau masyarakat.

2. Contoh Masalah
  • Study lapangan yang tuntas mengenai kebudayaan kelompok—kelompok masyarakat terpencil
  • Study secara mendalam mengenai seorang anak yang mengalami ketidakmampuan belajar yang dilakukan oleh seorang ahli psikologi
3. Ciri-ciri
  • Penelitian kasus adalah penelitain yang mendalam mengenai kasus tertentu yang hasilnya merupakan gambaran lengkap dan terorganim mengenai kasus itu penelitian ini antara lain mencakup keseluruhan siklus kehidupan, kadang-kadang hanya meliputi segmen-segmen tertentu pada faktor-faktor kasus.
  • Penelitian kasus cendrung untuk meneliti jumlah unit yang kecil tetapi mengenai variable-variabel dan kondisi yang besar jumlahnya.
  • Penelitian kasus sangat berguna untuk informasi latar belakang guna merencakan yang lebih besar dalam ilmu-ilmu sosial.
  • Penelitian kasus memberikan contoh yang berguna berdasarkan data yang diperoleh untuk memberi gambaran untuk penemuan-penemuan yang disimpulkan dengan statistik.
4. langkah-langkah pokok
  • Merumuskan tujuan-tujuan yang akan dicapai, apakah yang dijadikan unit studi dan sifat-sifat, saling hubungan serta proses-proses yang mana yang akan menuntun penelitian.
  • Merancangkan cara pendekatannya. Bagaimana unit-unit itu akan dipilih? Sumber-sumber data mana yang tersedia Metode pengumpulan data mana yang akan digunakan?
  • Mengumpulkan data.
  • Mengorganisasikan data dan informasi yang diperoleh itu menjadi rekonstruksi unit studi yang koheren dan terpadu secara baik.
  • Menyusun laporan dengan sekaligus mendiskusikan makna hasil tersebut.

Penelitian Korelasional

1. Tujuan

    Suryabrata (1994) Penelitian korelasional adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor memiliki kaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi.

2. Contoh Masalah

    Pada penelitian korelasional, masalah yang dipilih harus memiliki nilai yang berarti dalam pola perilaku fenomena yang kompleks yang membutuhkan pemahaman. Disamping itu, variabel yang dimasukkan dalam penelitian harus berdasarkan pada pertimbangan, baik secara teoritis maupun logika, bahwa variabel tersebut memiliki hubungan tertentu. 
  • Apakah variabel X terkait dengan variabel Y?
  • seberapa baik variabel P memprediksi variabel C?
  • Apa hubungan antara sejumlah besar variabel dan prediksi apa yang dapat dibuat?
3. Ciri-ciri
  • Penelitian korelasional cocok digunakan apabila variabel-variabel yang diteliti rumit dan/atau tidak bisa diteliti dengan metode eksperimental atau tidak bisa dimanipulasi.
  • Penelitian korelasional memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya secara serentak dalam keadaan realistiknya.
  • Output dari penelitian korelasional ialah taraf atau tinggi-rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adanya saling hubungan tersebut.
  • Penelitian korelasional dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu berdasarkan variabel bebas.
  • Kelebihan penelitian korelasional diantaranya yaitu mampu untuk menyelidiki hubungan antara beberapa variabel secara bersama-sama (simultan); bisa memberikan informasi tentang derajat (kekuatan) hubungan antara variabel-variabel yang diteliti
4. Langkah-Langkah Pokok
  • Definisikan masalah
  • Lakukan telaah pustaka
  • Rancang cara pendekatannya
  • Kumpulkan data
  • Analisis data dan buat interpretasinya
  • Susun laporan

Penelitian Kausal Komparatif

1. Tujuan

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat berdasarkan atas pengamatan terhadap akibat yang ada, dan mencari kembali fakta yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.

2. Contoh Masalah

    Apakah faktor minat membaca puisi dan pemahaman struktur puisi berpengaruh terhadap keterampilan membaca puisi mahasiswa tingkat V program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia?

3. Ciri-ciri

    Ciri ciri pokok penelitian kausal komparatif  bersifat ex post facto, artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (telah lalu). Penelitian mengambil satu atau lebih akibat (sebagai “dependent variables”) dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan dan maknanya dan cenderung mengandalkan data kuantitatif.

4. Langkah-Langkah Pokok
  • Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode ex post facto.
  • Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
  • Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
  • Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian
  • Menentukan kerangka berpikir, pertanyaan penelitian, dan hipotesis penelitian.
  • Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam ini menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukkan instrumen pengumpul data, dan menganalisis data.
  • Mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan menggunakan perhitungan  statistik yang relevan
  • Membuat laporan penelitian.

Penelitian Experimental Sungguhan

1. Tujuan

    Bertujuan menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kejadian acak pada lebih dari satu grup yang khusus diciptakan untuk eksperimen dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan itu. 

2. Contoh Masalah

   Rancangan pretest posttest dimana hanya separo dari murid-murid itu secara random menerima pretest untuk menemukan seberapa besarnya perubahan sikap itu dapat dikatakan disebabkan oleh pretesting atau oleh program pendidikan.

3. Ciri ciri
  • Adanya pengaturan variabel-variabel dan kondisi-kondisi eksperimentalyang sangat tertib dan ketat, baik dengan kontrol atau manipulasi langsungmaupun dengan randomisasi.
  • Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai “garis dasar” untukdibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan.
  • Memusatkan usaha pada pengontrolan varians- Memaksimalkan varian variabel yang berkaitan dengan hipotesis- Meminimalkan varians variabel pengganggu- Meminimalkan varians kekeliruan.  Pemilihan subyek secara random,penempatan subyek dalam kelompok secara acak, penentuan perlakuaneksperimental pada kelompok secara acak
  • Internal validity adalah sine qua non untuk rancangan ini dan merupakantujuan pertama metode eksperimental 
4. Langkah-langkah Pokok
  • Memilih semua subjek secara random dari suatu populasi
  • Secara acak, kemudian menggolongkan  subjek menjadi dua kelompokyaitu kelompok eksperimen yang dikenai variabel perlakuan X dankelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan
  • Melakukan pretest T1 untuk mengukur variabel dependent pada keduakelompok, lalu hitung mean masing-masing kelompok
  • Usahakan agar kedua kelompok memiliki kondisi yang sama sampaikelompok eksperimen mendapatkan perlakuan X untuk jangka waktu tertentu

Penelitian Experimental Semu

1. Tujuan

    Penelitian Quasi Eksperimental atau eksperimen semu merupakan suatu metode yang mempunyai tujuan untuk mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol atau kendali, tetapi bisa diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian.

2. Contoh Masalah

 Pengaruh   Pemberian   Bawang   Putih   terhadap   Penurunan   Tekanan   Darah   diPuskesmas Mulyorejo

3. Ciri-ciri
  • Penelitian eksperimental semu secara khas mengenai keadaan praktis, yang didalamnya adalah tidak mungkin mengontrol semua variabel tersebut. 
  • Perbedaan antara penelitian eksperimental sungguhan dan penelitian eksperimental semu adalah kecil, terutama kalau yang dipergunakan sebagai subyek adalah masnusia, misalnya dalam psikologi. 
  • Walaupun penelitian tindakan dapat memiliki status penelitian tindakan semu, namun sering kali penelitian tersebut sangat tidak formal, sehingga perlu diberi kategori tersendiri.
4. Langkah-langkah Pokok
  • Melakukan tinjauan literature, terutama yang berhubungan dengan masalah yang akan di teliti.
  • Mengidentifikasi dan membatasi masalah penelitian
  • Merumuskan hipotesis-hipotesis penelitian
  • Menyusun rencana eksperimen, yang biasanya mencakup
  • Melakukan pengumpalan data tahap pertama
  • Melakukan pengumpulan data tahap pertama (pretest)
  • Melakukan eksperimen
  • Mengumpulkan data tahap kedua (posttest)
  • Mengolah dan menganalisis data.
  • Menyusun  laporan

Penelitian Tindakan

1. Tujuan

    Penelitian Tindakan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya.

2. Contoh Masalah 

    Apakah hasil belajar matematika siswa SMP kelas II dapat ditingkatkan melalui penerapan metode deduksi dalam pembelajaran?

3. Ciri-ciri
  • Praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual dalam dunia kerja. 
  • Menyediakan angka kerja yang teratur untuk pemecahan masalah dan perkembangan-perkembangan baru, dan lebih baik dari cara pendekatan impersionistik dan fragmentaris. 
  • Fleksibel dan adapti, membolehkan perubahan-perubahan selama masa penelitiaanya dan mengorbankan kontrol untuk kepentingan on the spot experimentation dan inovasi.
  • Walaupun berusaha sistematis, namun penelitian tindakan kekurangan ketertiban ilmiah, karenanya validitas internal dan eksternalnya adalah lemah.
4. Langkah-langkah Pokok
  • Penetapan fokus permasalahan,
  • Perencanaan tindakan,(planing)
  • Pelaksanaan tindakan, (action)
  • Pengumpulan data (pengamatan/observasi)
  • Refleksi (analisis, dan interpretasi),(reflection)
  • Perencanaan tindak lanjut.


Share:

Belajar HTML Part 1 - Pengenalan Dasar HTML

Hay Guys kali ini saya akan berbagi ilmu tentang HTML....

HTML memang bahasa yang wajib dipelajari, bagi yang mau menjadi seorang developer.

Karena

HTML adalah bahasa dasar untuk membuat web.

Apa Itu HTML ?

Menurut Wikipedia :

Hypet Text Markup Language (HTML) adalah bahasa Markah standar untuk dokumen yang dirancang untuk di tampilkan di peramban web.

Jadi, HTML itu adalah sebuah bahasa yang menggunakan markup atau penanda untuk membuat halaman web. 

Penanda atau markup ini, nanti akan kita sebut dengan Tag. 

HTML berperan untuk menentukan struktur konten dan tampilan dari sebuah web.



Dalam membuat halaman web, HTML tidak sendirian. Ada bahasa lain lagi yang menjadi pelengkapnya, yakni CSS dan Javascript.

CSS adalah bahasa khusus yang digunakan untuk memperindah tampilan web.

Lalu Javascript bertugas untuk membuat halaman web menjadi hidup. Karena dengan Javascript, kita dapat menentukan fungsi-fungsi maupun efek yang akan diterapkan di website.

Perkembangan dan Versi HTML

HTML punya beberapa versi, dari versi yang paling tua hingga yang terbaru. Berikut ini perkembangan versi HTML:
  • [Draft] HTML 1.0 (Juni 1993) adalah versi HTML pertama, namun tidak resmi dirilis;
  • HTML 2.0 (24 November 1995) adalah versi HTML kedua yang resmi pertamakali beredar di pasaran dan dirilis oleh IETF;
  • [Draft] HTML 3.0 (28 Maret 1995) versi ini gagal beredar, karena banyak perubahan yang memicu perdebatan;
  • HTML 3.2 (14 Januari 1997) versi resmi yang dirilis W3C pertamakali.
  • HTML 4.0 (24 April 1998) versi pengembangan dari yang seblumnya;
  • HTML 4.01 (24 Desember 1999) versi perbaikan dari HTML 4.0;
  • XHTML 1.0 (26 Januari 2000) pengembangan dari HTML 4.01 dengan mengadopsi XML;
  • XHTML 2.0 (Augustus 2002—Juli 2006) versi kedua dari XHTML;
  • HTML 5 (28 Oktober 2014) versi html saat ini.

Struktur Dasar HTML

Struktur dasar HTML terdiri atas 3 Bagian :

1. Bagian Deklarasi

2. Bagian Head

3. Bagian Body

Contoh Program HTML Sederhana

Berikut ini adalah contoh-contoh program html sederhana :

1. Penulisan HTML Dasar 1


Hasil Program :















2. Membuat tag <li></li> Di HTML

Code Program :


Hasil Program :












3. Membuat Form di HTML

Code Program :


Hasil Program :


















4. Membuat tag Gambar HTML

Code Program :


Hasil Program :















5. Membuat Menu HTML

Code Program :


Hasil Program :





















Share:

PERENCANAAN PEMBELAJARAN


1. Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Pembelajaran?

2. Jelaskan Prinsip-prinsip Perencanaan Pembelajaran?

3. Jelaskan Unsur-unsur Perencanaan Pembelajaran?

4. Jelaskan Fungsi Perencanaan Pembelajaran?

5. Sebutkan komponen Perencanaan Pembelajaran?

Jawab :

1. Perencanaan Pembelajaran adalah pengambilan keputusan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan, atau biasanya disebut dengan suatu rencana yang bermakna sebuah dokumen yang diambil dari hasil kegiatan.

2. Prinsip-Prinsip Perencanaan Pembelajaran

  • Menetapkan apa yang mau dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara melakukannya dalam implementasi pembelajaran.
  • Membatasi sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui prosess penentuan target pembelajaran.
  • Mengembangkan alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
  • Mengumpulkan dan menganalisis iniformasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
  • Mempersiapkan dan mengkomunikassikan rencana-rencana daan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pembelajaaran kepada pihak yang berkepentingan.

3. Unsur-unsur Perencanaan Pembelajaran

  •      Identifikasi Masalah Pembelajaran 

        Tujuan dari tahapan ini adalah mengidentifikasi antara tujuan menurut kurikulum yang berlaku dengan fakta yang terjadi di lapangan baik yang menyangkut model, pendekatan, metode, teknik maupun strategi yang digunakan guru. 

  •      Analisis Siswa 

        Analisis ini dilakukan untuk mengetahui tingkah laku awal dan karateristik siswa yang meliputi ciri, kemampuan dan pengalaan baik individu maupun kelompok. 

  •      Analisis Tugas 

            Analisis ini adalah kumpulan prosedur untuk menentukan isi suatu pengajaran, analisis konsep, analisis pemrosesan informasi, dan analisis prosedural yang digunakan untuk memudahkan pemahaman dan penguasaan tentang tugas-tugas belajar dan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa (LKS). 

  •      Merumuskan Indikator

        Analisis ini berfungsi sebagai 1) alat untuk mendesain kegiatan pembelajaran, 2) kerangka kerja dalam merencanakan mengevaluasi hasil belajar siswa, dan 3) panduan siswa dalam belajar.

  •      Penyusunan Instrumen Evaluasi 

        Bertujuan untuk  menilai hasil belajar, kriteria  penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, hal ini dimaksudkan untuk mengukur ketuntasan pencapaian kompetensi dasar yang telah dirumuskan.

  •       Strategi Pembelajaran

    Pada tahap  ini pemilihan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan. Kegiatan ini meliputi: pemilihan model, pendekatan, metode, pemilihan format, yang dipandang mampu memberikan  pengalaman yang berguna untuk mencapai tujuan pembelajaran.

  •       Pemilihan Media atau Sumber Belajar

    Keberhasilan pembelajaran sangat tergantung pada penggunaan sumber pembelajaran atau media yang dipilih, jika sumber-sumber pembelajaran dipilih dan disiapkan dengan hati-hati, maka dapat memenuhi tujuan pembelajaran.

  •       Menyiapkan Evaluasi hasil belajar dan Hasil Program
               Menyiapkan Evaluasi hasil belajar siswa dalam proses rancangan pembelajaran
  •       Melakukan Kegiatan Revisi Perangkat Pembelajaran

    Setiap langkah rancangan pembelajaran selalu dihubungkan dengan revisi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki rancangan yang dibuat.

4. Fungsi Perencanaan Pembelajaran :

  • Melalui proses perencanaan yang matang, guru dapat mengukur setiap waktu yang diperlukan untuk menyampaikan bahan pelajaran tertentu, dapat menghitung jam pelajaran efektif.
  • Mengontrol keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu proses pembelajaran. 
  • Sebagai alat untuk membantu pengelolaan pendidikan
  • Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
  • Sebagai pedoman dan acuan belajar siswa, karena materi pelajarannya sudah terencana.
  • Sebagai persiapan belajar siswa, karena materi pelajarannya tidak akan berubah-ubah lagi (sudah terencana)
  • Menjadikan siswa senang dalam belajar, karena pembelajarannya terencana

5. Komponen-komponen dalam Perencanaan Pembelajaran

  • Tujuan pembelajaran
  • Isi (materi pembelajaran)
  • Kegiatan Pembelajaran (Kegiatan Belajar Mengajar)
  • Metode
  • Media dan Sumber Belajar; dan
  • Evaluasi.
Sumber :

Share:

Contoh Video Media Pembelajaran


Hay Guys Kali ini admin akan meng-share contoh video tentang Media Pembelajaran, Materi yang disusun adalah materi WIRELLES LAN.


Semoga Bermanfaat...

Share:

Input dan Output Standar C++

Pengertian dan Contoh Input & Ouput Standar C++

input dan output c++
input dan output program  c++

Tutorial C++ Input dan Output part 2

Hallo jumpa lagi dengan saya Glen Alvaro, kali ini saya akan share tentang belajar Input dan Output Standar dalam C++. Setelah kita belajar tentang Struktur Program C++ maka kita akan lebih muda memahami tentang input dan output di program C++. 
dalam C++, iostream juga mendukung dua operasi yaitu cout untuk output dan c i n untuk input. Biasanya perintah COUT akan menampilkan sesuatu ke layar monitor dan perintah c i n akan menerima masukan dari keyboard.
1. Contoh program C++ Output (cout)
untuk cout menggunakan operator << (insertion operation)
    cout<<" Hello World"; //mencetak tulisan Hello World ke layar monitor
    cout<<40;                    //mencetak angka 40 ke layar
    cout<<x;                      //mencetak isi nilai variabel x ke layar
Operator (<<) dikenal dengan insertion operator yang memberikan perintah kepada cout.
  • untuk contoh pertama, kalimat yang akan dicetak di layar diapit oleh tanda " " karena berupa string.
  • sedangkan pada contoh kedua dan ketiga, tanpa tanda " ", karena yang akan di tampilkan ke layar berupa string ataupun karakter.
insertion operator (<<) dapat digunakan lebih dari satu dalam sebuah pernyataan misalnya :
cout<<"hallo"<<"saya glen"<<"belajar C++";
dan dapat juga di kombinasikan dengan varriabel, contohnya :
cout<<"hallo saya berusia"<<age<<"tahun";

ket : untuk memakai perintah ganti baris, ada dua perintah yang bisa dipakai :
"/n" dan perintah endl

Baca Juga :
           Struktur Program bahasa C++

2. Contoh program C++ input (c i n)
untuk menerima inputan dari keyboard dengan perintah c i n, maka operator digunakan adalah overloaded operator (>>) dan di ikuti dengan variabel tempat menyimpan inputan data.
contoh :
int age;
cin>>age;

c i n hanya dapat di proses setelah penekanan tombol ENTER, jadi walaupun hanya satu karakter yang di masukkan, sebelum penekanan enter, c i n tidak akan merespon apa-apa.

itulah sedikit penjelasan tentang Input dan Output pada program C++, semoga bermanfaat. dan JANGAN LUPA TITIK KOMA (;).


Share:

Kalender

Daftar Isi

Postingan terbaru

Label

Popular Posts